Page 62 - Renja 2020
P. 62

Dinas  Perindustrian  dan  Perdagangan  sebagai  salah  satu  OPD  di  Kabupaten
                  Lebak  sudah  menjadi  keharusan  bahwa  setiap  rumusan  kebijakan,  program  dan

                  kegiatan yang direncanakan harus searah dan mendukung pencapaian visi dan misi

                  Kabupaten Lebak sesuai dengan pelimpahan kewenangan yang diberikan.
                         Permasalahan sebagaimana diterangkan sebelumnya, apabila tidak ditangani

                  dengan  tepat  dapat  mempengaruhi  pencapaian  visi  dan  misi  Kabupaten  Lebak.
                  penetapan output dan outcome yang dihasilkan dari pelaksanaan program/kegiatan

                  tersebut harus memberikan dampak terhadap pencapaian visi dan misi Kabupaten

                  Lebak tersebut.


                  2.3.4.  Tantangan dan Peluang

                         Tantangan  yang  dihadapi  Dinas  Perindustrian  dan  Perdagangan  Kabupaten

                  Lebak, antara lain :
                  1.  Urusan Perdagangan

                      a.  Perdagangan  dunia  yang  mengarah  pada  liberalisasi  perdagangan

                         mengakibatkan persaingan semakin tajam.
                      b.  Semakin ketatnya persaingan dunia usaha dengan telah diberlakukannya pasar

                         bebas.

                      c.  Sistem  distribusi  barang  kebutuhan  pokok  yang  belum  optimal  sehingga
                         terdapat disparitas harga antar wilayah.

                      d.  Fluktuasi  harga  di  tingkat  konsumen  dalam  kondisi  tertentu  serta  naiknya
                         harga kebutuhan pokok berdampak pada inflasi daerah.

                      e.  Banyaknya barang beredar yang diawasi serta konsumen yang harus dilindungi.

                      f.  Penataan  pasar  rakyat  dengan  melakukan  rehabilitasi  fisik  serta  penerapan
                         Sistem Manjemen dan SNI Pasar Rakyat.



                  2.  Urusan Perindustrian
                      a.  Masih rendahnya nilai tambah produk berbasis SDA dan produk-produk IKM

                         karena belum berkembangnya industri pendukung yang kompetitif dan SDM

                         yang memadai.
                      b.  Lemahnya  daya  saing  produk  IKM  dalam  menghadapi  pasar  global  yang

                         semakin ketat baik dari produksi dalam negeri maupun produk impor.




                  Renja Disperindag 2020                                                                     43
   57   58   59   60   61   62   63   64   65   66   67