Page 61 - Renja 2020
P. 61
3. Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah
Beberapa permasalahan dalam pelaksanaan program ini antara lain :
▪ Lemahnya daya saing produk IKM dan belum optimalnya utilitas kapasitas
produksi IKM.
▪ Rendahnya kualitas SDM IKM khususnya di bidang manajemen, bisnis dan
teknis industri.
▪ Industri kecil menengah yang berkembang sebagian besar masih menggunakan
teknologi yang sangat sederhana.
▪ Kurangnya pengetahuan dan keterampilan IKM pangan dalam melakukan
diversifikasi dan inovasi dalam pengolahan komoditi hasil pertanian,
perkebunan maupun kehutanan baik dalam rasa, jenis, bentuk maupun
kemasan.
▪ Masih banyaknya sumberdaya pertanian, perikanan, peternakan dan kehutanan
yang belum diolah.
▪ Kurangnya perlindungan pada desain produk.
▪ Penerapan desain berkaitan erat dengan kreativitas sehingga hasil pelatihan
pun berbeda pada tiap orang.
▪ Masyarakat yang masih menyukai produk impor membuat IKM enggan
membuat desain baru atau lebih senang meniru.
▪ Belum adanya data potensi industri yang akurat serta sebagian IKM kurang
terbuka untuk memberikan data usaha.
2.3.3. Dampak Terhadap Pencapaian Visi dan Misi Kepala Daerah
Untuk mewujudkan visi Kabupaten Lebak “Lebak Sebagai Destinasi Wisata
Unggulan Nasional Berbasis Potensi Lokal”, pemerintah daerah telah merumuskan
misi sebagai panduan langkah-lankah kebijakan yang harus ditempuh, yaitu :
1. Meningkatkan kualitas dan daya saing SDM
2. Meningkatkan produktifitas perekonomian daerah melalui penengembangan
pariwisata
3. Meningkatkan ketersediaan infrastruktur wilayah
4. Meningkatnya kualitas lingkungan hidup
5. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik
Renja Disperindag 2020 42

