Page 54 - Renja 2020
P. 54
4. Peningkatan Pengawasan Peredaran Barang dan Jasa
Serapan belanja sampai dengan triwulan II tahun 2019 sebesar 46,76%, hal ini
disebabkan belum dilakukannya pencairan terhadap belanja honorarium tim
pengawasan terpadu Bahan Berbahaya (B2) pada pangan.
5. Operasionalisasi dan Pengembangan UTTP
Serapan belanja sampai dengan triwulan II tahun 2019 sebesar 35,97%, hal ini
disebabkan paket pengadaan kendaraan bermotor roda 4 dan roda 2 yang
seharusnya dilaksanakan pada triwulan I sebesar Rp. 500.000.000,- tidak dapat
direalisasikan dikarenakan ada perubahan harga kendaran roda 4 pada e-Catalog,
sehingga pelaksanaan paket pengadaan kendaraan tersebut menunggu proses
perubahan APBD TA. 2019.
6. Pembangunan dan Rehabilitasi Sarana dan Prasarana Perdagangan
Serapan belanja sampai dengan triwulan II tahun 2019 sebesar 5,18%, hal ini
disebabkan paket konstruksi pembangunan Pasar Bayah masih dalam proses
lelang di Bagian Layanan Pengadaan. Belanja yang baru terserap adalah pengadaan
perencanaan pembangunan Pasar Bayah.
7. Pembangunan dan Revitalisasi Sarana dan Prasarana Perdagangan (DAK)
Serapan belanja sampai dengan triwulan II tahun 2019 sebesar 2,29%. Hal ini
disebabkan dari pihak pelaksana konstruksi belum mau mencairkan belanja
konstruksi sebasar Rp. 531.836.180,- (30% dari total belanja konstuksi). Belanja
yang baru terserap adalah belanja jasa konsultansi perencanaan dan perjalanan
dinas luar daerah dalam rangka konsultasi dengan Kementerian Perdagangan.
8. Pembinaan Industri Kecil dan Menengah Dalam Memperkuat Daya Saing
Produk
Serapan belanja sampai dengan triwulan II tahun 2019 sebesar 34,31%. Hal ini
disebabkan terdapat kesalahan pengembalian belanja sehingga berdampak pada
pagu GU Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
Renja Disperindag 2020 36

