LEBAK. Sejak ditetapkannya batik sebagai warisan budaya dunia oleh pakaian batik terasa semakin lebih semarak di indonesia termasuk batik baduy yang menjadi pilihan utama.

Berdasarkan hasil konsultasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan dengan dukungan penuh dari bupati lebak mulai menggali dan mengidentifikasi batik khas lebak yang memiliki corak, ornamen, dan karakteristik sosial, budaya masyarakat Kabupaten Lebak termasuk masyarakat adat baduy sehingga menjadi batik khas lebak.

Setelah melalui proses yang sangat panjang, Pemkab Lebak akhirnya berhasil meluncurkan 12 motif 

UNESCO pada tahun 2010, yang diikuti dengan kebijakan pemerintah yang mewajibkan aparatur sipil negara (ASN) untuk memakai pakaian batik dihari-hari tertentu, pematik khas lebak yang diberi nama khusus khas lebak dengan berbagai macam budaya, adat istiadat masyarakat baduy dan kaolotan, serta kekayaan sumberdaya alamnya.

Ke 12 motif khas lebak dihasilkan dari kerjasama dengan balai besar kerajinan dan batik jogjakarta masing-masing diberi nama motif caruluk saruntuy, kahirupan baduy, leuit sijimat, serentaun, gula sakojor, rangkasbitung, angklung buhun, kalimaya, sawarna, pare sapocong, sadulur, dan lebak bertauhid.

Ke 12 motif batik lebak telah mendapatkan sertifikasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang diserahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (HAM) Provinsi Banten kepada Bupati Lebak, Iti Oktavia Jayabaya di gedung Negara senin (25/01/2016) dengan demikian batik lebak akan terhindar dari " Pencaplokan " karya kreativitas.

 

                                         

                                                              DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN 

   DISPERINDAG KABUPATEN LEBAK

Copyright@2017